Perbekel

I Putu Ariadi, ST., SH.

Berita

  • Dibaca: 96 Pengunjung

Ritual Sakral Dewa Masraman di Banjar Timbrah, Desa Paksebali, Dawan, Klungkung.
Tradisi Mesraman memang masih sangat awam didengar.
Tradisi Dewa Mesraman ini merupakan tradisi asli ada di Br.Timbrah, Ds.Paksebali, Kec. Dawan Kab. Klungkung
Tradisi Dewa Mesraman dilaksanakan setiap 6 bln sekali tepatnya pada Saniscara Wuku Kuningan atau saat hari raya Kuningan.
Diperkirakan tradisi ini sudah ada 1500 tahun lalu yg diturun temurun hingga sekarang tanpa ada rangkaian upacara yg dikurangi atau dilebihkan.
Pelaksanaan tradisi ini diawali dengan Ida Batara yang dilambangkan dgn 7 joli, masucian ke Tukad Unda atau Taman Segening diikuti warga setempat. Kemudian Ida Batara mantuk atau kembali ke areal pura. Sampai di areal pura, Ida Batara katur masolah sbg bentuk kebersamaan warga pengempon Pura Panti Timbrah, baru kemudian dilakukan prosesi berputar sebanyak tiga kali di poros atau pusat jaba pura setempat. Prosesi itu kemudian disebut Murwa Daksina. Perputaran tiga kali itu melambangkan proses kelahiran, kehidupan dan kematian.
Ritual Dewa Masraman mencapai puncaknya saat berlangsung ngambeng, di mana semua Joli dipertemukan. Saat itu, ratusan warga yg mengusung masing2 Joli terlibat aksi saling dorong.
Suara gong baleganjur pun semakin keras hingga membuat prosesi ini semakin terlihat seru dan menegangkan. Prosesi itu secara niskala, sebagai bentuk penghormatan kepada Ida batara yg juga disebut Sapta Rsi.
Dari 7 joli itu, ada satu yg tidak diikutkan dalam prosesi ngambeng, yakni Joli Ida Batara Putran Jaya karena beliau lebih dituakan di antara keenam Ida Batara lainnya.
Selanjutnya hal menarik lainnya ketika Ida Bhatara kembali di ajak ke dalam pura. Dimana, para peserta merasa ada kekuatan gaib yg besar sehingga sangat sulit menarik ke utama mandala pura untuk kembali distanakan. Bahkan, warga terus tarik menarik sambil diiringi tembang2 sakral dari warga pengempon perempuan. Bahkan, pengempon banyak terjatuh dan kesurupan.
Sumber google

  • Dibaca: 96 Pengunjung